Pertama-tama, perkenalkan, kami adalah Partai Lama
Ngejomblo. Disingkat PLN. Kami memiliki visi dan misi yang brilian dalam
memajukan Negara Indonesia. Bergabunglah bersama kami untuk memajukan Indonesia
menjadi negara yang hebat. Untuk meyakinkan anda agar memilih PLN, simak
penjabaran visi dan misi PLN jika terpilih menjadi presiden Indonesia periode
2019-2024:
Showing posts with label pelosok. Show all posts
Showing posts with label pelosok. Show all posts
Thursday, 17 January 2019
Visi & Misi PLN
Label:
info penting,
lagi sadar,
opini,
pelosok
Sunday, 31 December 2017
2017 yang Unyu
Tahun 2017 akan
berakhir dalam hitungan jam. Semuanya terasa singkat. Padahal baru tahun lalu
gue melewati pergantian tahun 2016 ke 2017 di Pulau Nias. Kini gue akan
mengalami pergantian tahun lagi. Namun di Pulau Jawa.
Gue kembali mengingat
apa saja yang gue lakukan sepanjang tahun 2017 ini. Kayaknya gue masih banyak
dosa di tahun ini. Masih banyak kesalahan yang perlu gue perbaiki di tahun
kedepan. Masih suka kepancing untuk ngomongin temen di belakang. Masih suka
bikin nyokap cemberut bete. Dan masih belum konsisten ibadah dengan baik.
Gue juga belum
merasa ada prestasi apa-apa yang bisa gue banggakan. Belum bisa tampil di tivi
jadi peserta Dangdut Academy.
Namun ada satu
capaian yang membuat gue bersukur. Karna capaian ini digapai tidak mudah bagi
gue pribadi. Gue beruntung bisa ikut dalam program SM-3T. Kepanjangannya:
Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Ini adalah
program pemerintah yang menugaskan guru untuk mengajar di daerah terpencil di
pelosok Indonesia. Sungguh program yang kece!
Tiap tahun
program ini banyak peminatnya. Tembus sampai lebih dari 90.000 pelamar. Namun
kuota yang disediakan enggak sampai sebanyak itu. Cuma 1/3-nya. Dan gue
beruntung bisa termasuk dalam 1/3 bagian itu.
Dengan program
ini, mata gue terbuka. Pendidikan di Indonesia sungguh timpang banget. Bertugas
di Nias Selatan, gue menemui siswa yang masih belum bisa berbahasa Indonesia. Sehari-hari
dia berkomunikasi pakai bahasa daerah. Gue jadi bingung sendiri ngajar ni
bocah. Sampai-sampai gue meminta salah seorang temannya yang bisa berbahasa
Indonesia untuk menjadi penerjemah gue.
Di sisi lain gue
heran, tiap kurun waktu tertentu, pemeintah merubah kurikulum. Padahal
masalah mendasar pendidikan Indonesia adalah
di pemerataannya. Enggak ada yang salah menurut gue dengan kurikulum pendidikan
Indonesia. Kurikulum kita udah kece banget. Yang salah justru ketimpangan
pendidikan. Gue berharap pemerintah menguras energi berpikir mereka untuk
meratakan pendidikan, bukan untuk merubah-ubah kurikulum pendidikan. Walaupun
menurut gue kurikulum juga penting banget.
Dan masalah yang
dihadapi siswa di pelosok juga mengenai insfrastruktur. Kondisi jalan di tempat
gue mengajar: desa Boronadu, Nias Selatan, bener-bener kacau. Jalan penghubung
antar desa cuma terbuat dari batu kali yang di susun. Iya beneran. Batu kali. Batu
gede-gede yang biasa dipake untuk pondasi bangunan. Kebayang enggak tuh naik
motor lewat jalan yang tersusun dari batu kali gede begitu. Udah gitu jalannya
naik turun curam, khas perbukitan. Jalanan kayak gitu sungguh menguras fisik. Menghancurkan
badan. Bahkan Valentino Rossi kalo tiap hari bawa motor di jalan begitu bisa
turun berok tuh gue yakin.
Label:
cerita,
curhat,
info penting,
lagi sadar,
nias,
pelosok,
sm-3t
Friday, 3 November 2017
Balada Cinta Anak Pelosok
Tahun 2016 lalu gue jadi guru bantu
dari pusat untuk mengajar di daerah pedalaman Indonesia. Gue ditugaskan di
Pulau Nias. Tepatnya di pedalaman Kabupaten Nias Selatan, Kecamatan Boronadu.
Gue mengajar di salah satu SMP.
Anak SMP di sini kelakuannya masih
kayak anak SD. Udah SMP masih main kejar-kejaran. Udah gitu kalo ketangkep sama
temennya, nangis. Udah nangis ngadunya ke guru. Cemen! Kayak gue waktu dulu
ajah. Namun gue enggak menyangka juga, di balik kelakuan mereka yang kayak anak
SD, mereka mulai tumbuh dewasa. Mereka mulai pacar-pacaran.
Gue bingung ngebayangin gimana anak
pedalaman gini saat pacaran. Ini bentuk pacarannya kayak gimana coba? Kalo anak
kota kan asik gitu. Pulang sekolah janjian jalan bareng, nonton ke bioskop. Atau
bisa juga janjian ketemu di taman deket sekolah, nongkrong di sana sampe magrib
sampe dicariin orang tuanya dikira hilang.
Lah, anak pedalaman gimana? Di sini
enggak ada bioskop. Cuma bisa nonton tivi. Itu juga pake genset karna listrik
belum ada.
FYI, orang di sini kalo nonton tipi
ada jadwalnya, yakni tiap jam 8 malem. Yang ditonton sinetron alay. Itu juga
nontonnya bareng-bareng di rumah warga yang punya tivi. Karna di sini cuma
sedikit warga yang punya genset untuk nonton tivi. Cuma orang yang sanggup beli
bensin 20 rebu tiap malem yang punya tivi di rumah. Mangkanya, punya tivi di
rumah aja sudah dianggap kaya oleh warga di sini.
Karna di sini enggak ada bioskop,
mungkin bocah SMP jadinya janjian nonton sinetron bareng di rumah tetangga.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Profil Penulis
- Nurul Prayoga Abdillah
- Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.
Find My Moments
Designed By Templateism | Seo Blogger Templates


