Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, 20 April 2018

Bolehkah?




Bolehkah aku memerhatikanmu dari jauh?
Bolehkah aku melihat gambarmu lama-lama? Gambar di saat kamu berada di sebelahku.

Bolehkah aku membaca chat masukmu segera?
Namun bolehkah aku sedikit lama membalas chatmu? Karena aku harus menghapus berkali-kali typo karena tanganku yang terlalu gemetar.

Bolehkah aku gugup saat bertemu kamu? Karena aku harus memikirkan apa yang harus kulakukan.
Bolehkah aku senyum-senyum sendiri setelah berpapasan denganmu?
Bolehkah aku mendengar lagi suaramu dari sebrang telpon sana? Walau hanya 30 detik.
Bolehkah aku mengganti lirik setiap lagu yang kunyanyikan menjadi namamu?

Bolehkah aku memikirkan wajahmu malam nanti?
Bolehkah aku rindu kamu? Rindu yang menyiksa namun paling kunikmati.
Bolehkah aku sayang kamu? Rasa sayang yang tak perlu kau miliki juga.
Continue Reading...

Thursday, 16 November 2017

Aku Memang Gila



Sore itu, kita berkendara di bawah langit mendung
Udara mulai lembab
Bulir air jatuh sedikit-demi sedikit dari langit
Cahaya matahari mulai meredup di ufuk barat

Aku membelokan kaca sepion sebelah kiri
Melihat pantulan wajahmu di dalamnya
Wajah yang teduh dibalut kerudung abu mancung

Kau menoleh, membalas tatapanku di dalam kaca sepion itu
Sesaat kemudian kau getarkan hatiku dengan senyum tipis
Senyum tipis yang manis

Continue Reading...

Monday, 30 October 2017

Teruntuk Kamu, Aku Berharap





Malam yang basah
Kau dan aku duduk berdampingan
Di pinggir jalan yang bising dengan kendaraan
Berlindung dari titik-titik hujan

Dari sudut mata, aku memerhatikanmu lamat-lamat
Tatapan teduhmu membuat hatiku hangat, di tengah malam yang dingin lembab
Deru nafasmu menahan dinginnya udara malam
Menjadi alunan yang sangat menyenangkan untuk didengar

Continue Reading...

Sunday, 24 September 2017

Pemeran Utama


Mungkin kamu sudah lupa saat kita beriringan menuju rumah. Lebih tepatnya, aku yang sedikit membuntutimu sepanjang jalan ke rumah. Kita sama-sama berada diatas motor, motor yang berbeda. Kau melaju sendiri di depan dengan skuter metik mu. Aku beberapa meter di belakang menunggangi motor bebek jadul andalanku.

Dari balik helm, kerudungmu melambai terhempas angin. Aku menatap lamat-lamat dirimu dari belakang. Saat itu Waktu seakan berjalan lebih lambat. Namun detak jantungku entah mengapa berdebar lebih cepat. Entah mengapa. Entah mengapa? Ah, tentu bukan ‘entah mengapa.’ Bukan tanpa sebab. Jelas ada sebab. Sebab yang sudah sejak lama ada.

Sepanjang jalan aku memerhatikanmu. Seakan mata ini tidak pernah berkedip. Tak mau kamu luput sedetik pun dari pandanganku. Ah, ini mungkin terlalu berebihan. Namun semakin lama, semakin tak karuan jantungku memandangimu.
Padahal ini baru berada jauh beberapa meter di belakangmu. Di belakang yang mungkin kau tak akan tahu.

Bagaimana jantungku nanti kalau aku di dekatmu, didepanmu, di dalam cerita hidupmu dan menjadi pemeran utama di dalamnya. Pemeran utama?

Ah, apa lagi ini.

Yah, itulah sebab yang membuat jantungku tidak karuan. Sebab yang telah ada lama.  Sebab yang selalu kunikmati tiap berada di dekatmu. Eh bukan, bukan di dekatmu, namun agak jauh darimu, dari belakangmu, dari tempat yang mungkin kamu tidak tahu.

Namun apa mungkin sosok yang selalu jauh berada di belakangmu dan tersembunyi ini bisa menjadi pemeran utama dalam cerita hidupmu. Apakah mungkin aku menjadi pemeran utama itu?
Continue Reading...

Profil Penulis

My photo
Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.

Find My Moments

Twitter