Tuesday, 2 June 2020

Kamu Bukan Boneka



Akhir-akhir ini daftar trending Youtube sedang dihebohkan oleh sebuah video klip. Video itu berhasil bertengger di top trending youtube mengalahkan video Sour Candy-nya Lady Gaga dan Blackpink. Lebih lebih mengalahkan video Happy Family-nya Ruben Onsu lho. Gila gak tuh.

Kekeyi Rahmawati lah pemilik Video tersebut.

Karena gue penasaran, gue ikutan tonton videonya. Alhamdulillah di lima detik pertama gue langsung pengen uninstall youtube.

Seperti yang kita tahu Kekeyi adalah Beauty Vlogger yang sempat viral dan akhirnya terkenal. Iya juga membuat video mukbang dan video-video absurd di kanal Youtube-nya. Namun ia malah sering dibully karena tingkahnya yang menurut gue konyol sih. Gue sendiri melihat tingkahnya Kekeyi empet. Sebel aja gitu. Entah kenapa. Melihat video mukbangya yang begitu aneh. Belum lagi video tarian-tarian absurdnya. Belum lagi kisah percintaannya yang nyebelin. Semua videonya bikin jemari ini ingin membully, sumpah.
Continue Reading...

Saturday, 30 May 2020

Sini Lihat Aku



Ini adalah cerita mistis yang dialami kakak sepupu gue. Sebut saja namanya Mbak Intan.

Kejadian ini berlangsung sudah lama. Kira-kira tahun 2010-an. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Waktu itu Mbak Intan beserta suami dan kedua anaknya baru saja menempati rumah kontrakan baru. Rumahnya cukup luas. Bentuknya memanjang ke belakang. Ruang tamu ada di depan.

Rumah kontrakan Mbak Intan agak berada di ujung jalan. Di sebelah kiri rumah dan di depan rumah adalah hamparan sawah yang luas. Rumah tetangga hanya ada di sebelah belakang dan sebelah kanan rumahnya. Di malam hari penerangan cahaya di sana kurang, sehingga gelap. Lampu jalan hanya ada satu buah di sebrang jalan sana. Bisa dibayangkan betapa sunyinya suasana sekitar jika malam datang.
Continue Reading...

Wednesday, 27 May 2020

Bocil yang Terjebak




Sebentar lagi usia gue menginjak 27 tahun. Gila sih tua banget rasanya. Umur 27 tahun itu sudah enggak muda lagi. Sudah layak jadi bapak-bapak.

Kadang gue menyesali pertumbuhan umur gue. Rasanya terlalu cepat. Gue enggak siap menginjak umur segitu. Gue merasa masih berumur 20 tahunan. Seperti anak muda yang baru lulus kuliah kemarin.

Gue masih suka main game, nonton kartun, dan masih suka minta jajan ke ibu. Persis seperti bocil. Lebih tepatnya bocil yang terjebak di dalam tubuh orang dewasa. Hampir enggak ada bedanya. Palingan ada bulu bulu kriting sedikit di area pipi, bawah hidung dan bawah perut.

Semakin mendekati hari jadi ke 27 tahun, gue semakin gelisah. Tak ingin mneghadapinya namun juga rasanya ingin lepas dari sifat bocil dan bertransformasi menjadi orang dewasa. Seperti yang gue temui saat ini di lingkungan pergaulan. Teman-teman gue sudah pada dewasa. Diantara mereka banyak yang sudah menikah, sudah memiliki anak. Bahkan ada yang sudah punya rumah sendiri.

“Kok mereka bisa sih?” ucap gue membatin.
Continue Reading...

Sunday, 6 October 2019

Kesempatan Kedua




Sudah lama rasanya gue tidak menulis di blog. Harus gue akui, kehidupan di dunia nyata menyerap energi gue. Saat ini gue mengajar di sebuah SMA negeri di Kota Kuningan dari pagi sampai sore hari. Sesampainya di rumah, badan sudah lemas semua. Keinginan untuk nulis tidak ada, yang ada inginnya rebahan di kasur, sambil main hape, sesekali melihat foto profil gebetan.

Di sekolah, ada rekan guru yang baru saja mengalami musibah. Anaknya melahirkan, namun bayinya tidak selamat. Sang bayi meninggal karena keracunan air ketuban yang sudah pecah sebelum bayi lahir. Sedih rasanya mendengarnya. Akhirnya gue cerita ke nyokap.

“Bu, anaknya bu Eni melahirkan, namun bayinya meninggal,” curhat gue ke ibu.

“Innalillahi wainnailaihirojiun. Kenapa bisa?” tanya nyokap agak shock.

“Bayinya keracunan air ketuban ibunya. Telat penanganan harusnya langsung disesar,” ucap gue.

“YA ALLAHH,” tetiba nyokoap histeris. “Kamu juga dulu begitu.”

“Hah?” gue kaget.

“Dulu air ketuban ibu juga pecah saat kamu masih di perut. Bahkan sampai tiga hari,” kata ibu heboh.

Gue mendengarkan dengan seksama.

“Pas lahir kamu sudah biru dengan tangan yang keriput,” kata nyokap. “Untung kamu selamat, Nak,” sambungnya sambil mengusap-usap kepala gue dengan mata berkaca-kaca.

Gue speechless. Beruntung banget gue selamat kala itu. Bisa saja gue bernasib sama dengan cucunya bu Eni. Namun, Allah sangat baik sama gue.

Gue membayangkan mungkin saja kala itu gue bisa meninggal, namun Allah bekata, “Kamu harusnya mati keracunan air ketuban. Hm… tapi Aku takdirkan kamu untuk selamat.”

Gue yang dalam kandungan hanya bisa mendengar tak berdaya.

“Ibu dan ayahmu membutuhkan kamu,” ucap Allah melanjutkan. “Kamu enggak jadi mati deh. Aku kasih kamu kesempatan kedua.”

Gue tak berdaya. Hanya terpaku.

Allah bilang lagi, “Kamu akan hidup dan tumbuh besar. Manfaatkanlah hidupmu sebaik mungkin untuk ibadah. Bahagiakanlah ibu dan bapakmu. Kasihilah istri dan anak-anakmu kelak.”

Iya, gue membayangkan itu yang Allah ucapkan ke gue saat gue tidak jadi ditakdirkan meninggal keracunan air ketuban.

Gue sadar, gue mungkin bisa tidak selamat saat itu. Ini adalah kesempatan kedua yang Allah beri. Hidup gue sangatlah berhaga. Tidak akan gue sia-siakan begtu saja. Gue harus membayar kepercayaan Allah kepada gue denan ibadah yang maksimal, menyayangi ibu dan bapak, merawat istri dan anak-anak gue kelak dengan baik.

Terimakasih Ya Allah telah memberiku kesempatan kedua. Termiakasih telah memberiku kehidupan yang berharga.

Continue Reading...

Tuesday, 21 May 2019

Kultum Bersama UYG: Merayu Allah



Assalamualaikum, Netizen!

Berjumpa lagi dengan gue. Tak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Udah jalan dua minggu sih. Telat ya gue baru ngomongin Ramadhan sekarang. Setelah sekian lama enggak nulis blog, akhirnya gue kembali bisa menulis. Kehidupan nyata telah membuat gue males nulis. Padahal banyak kegelisahan dalam hati yang ingin gue ceritakan.

Jadi, sekarang bulan Ramadhan nih. Gue akan mengisi tulisan di blog dengan konten yang lebih bermanfaat dari konten yang biasanya. Postingan ini gue beri nama Kultum Bersama Ustadz Yoga Ganteng, yang disingkat UYG. Bodo amat lah lo mau nerima sebutan itu atau enggak. Yang jelas UYG akan berbagi motivasi keislaman yang akan menggetarkan jiwa, terutama jiwa para jomblo yang masih aja menjalani Ramadhan tahun ini tanpa tambatan hati. Di mana mereka sahur cuma dibangunin toa masjid, bukan kecupan mesra istri di dahi.

Continue Reading...

Thursday, 17 January 2019

Visi & Misi PLN



Pertama-tama, perkenalkan, kami adalah Partai Lama Ngejomblo. Disingkat PLN. Kami memiliki visi dan misi yang brilian dalam memajukan Negara Indonesia. Bergabunglah bersama kami untuk memajukan Indonesia menjadi negara yang hebat. Untuk meyakinkan anda agar memilih PLN, simak penjabaran visi dan misi PLN jika terpilih menjadi presiden Indonesia periode 2019-2024:
Continue Reading...

Tuesday, 27 November 2018

Orang yang Aneh, Namun Aku Suka




Namanya Alam. Ia gemar menjemur dalemannya di jemuran kecil di depan kamarnya. Sampai-sampai dalemannya mendominasi jemuran itu. Padahal jemuran itu punya bertiga. Dua orang teman kamarnya sampai hampir tidak kebagian lahan untuk jemur handuk.

Alam adalah teman gue di Kuliah Program Pendidikan Guru ini. Kami tinggal satu asrama. Kamar kami bersebelahan. Satu kamar ditempati oleh tiga mahasiswa. Gue satu kamar dengan Nanda dan Maul, Alam satu kamar dengan dua orang lainnya. Gue sering berkunjung ke kamar Alam. Berbincang ria dengannya sambil memerhatikan sikap aneh yang dia miliki. Termasuk suka jemur sempak sembarangan di jemuran.
Continue Reading...

Profil Penulis

My photo
Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.

Find My Moments

Twitter